JAKARTA – Restorasi Jiwa Indonesia berkolaborasi dengan Narasraya Raksaka Indonesia meluncurkan NARASRAYA LITERASI 2026 untuk mendorong penguatan literasi, pembentukan karakter, dan kesadaran diri generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026), mengangkat gagasan “Dari Membaca Buku Menuju Membaca Diri — Dari Kesadaran Menuju Transformasi Kehidupan.”
Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal, hadir sebagai narasumber untuk membahas pentingnya literasi diri sebagai bagian dari pengembangan kualitas manusia.
Menurut pendekatan yang dibawanya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali pola pikir, mengelola emosi, dan memperbaiki kebiasaan.
“Membaca buku membuka jendela pengetahuan. Membaca diri membuka pintu kesadaran. Dan ketika kesadaran menjadi tindakan, di sanalah transformasi kehidupan dimulai,” kata Syam.
Melalui materi tentang lima pilar literasi diri dan transformasi kesadaran, peserta diajak memahami pola bawah sadar, mengenali hambatan mental, membangun penerimaan diri, memahami prinsip sebab-akibat dalam kehidupan, serta menerjemahkan kesadaran menjadi tindakan nyata.
Restorasi Jiwa Indonesia menilai pengembangan manusia tidak cukup hanya bertumpu pada pendidikan formal dan penguasaan teknologi.
“Kematangan emosional, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda,” ujarnya.
Dorong Akses Buku dan Budaya Literasi
Selain menghadirkan ruang pembelajaran, Yayasan Restorasi Jiwa Indonesia turut mengagendakan penyerahan buku literasi secara simbolis kepada perwakilan Sekolah Rakyat Kementerian Sosial dan sejumlah perguruan tinggi.
Institusi pendidikan yang tercantum dalam agenda tersebut meliputi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Bina Sarana Informatika, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dan Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta.
Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan sekaligus mendorong budaya membaca yang tidak berhenti pada penguasaan informasi. Buku diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengasah pemikiran kritis, dan membangun karakter.
Kolaborasi tersebut juga mempertemukan pendekatan pengembangan diri dengan semangat pengabdian, kedisiplinan, dan kepemimpinan yang dibawa Narasraya Raksaka Indonesia, sebuah wadah yang menghimpun ajudan dan protokol kabinet, baik yang masih aktif maupun telah purnatugas.
NARASRAYA LITERASI 2026 turut menghadirkan Zaki Wijaya, Founder dan CEO PT InKanteen Technology Solutions, dengan materi “Dream It, Build It, Make It Matter”. Selain itu, AKBP Ema Rahmawati dari Bareskrim Polri dijadwalkan membawakan tema “Pemuda Berdaya, Perempuan Berkarya, Keluarga Bermartabat: Semangat Sumpah Pemuda Menuju Indonesia Emas.”
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Muhammad Saiful, Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari PT Dayananta Megah Karya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, penyelenggara mendorong pengembangan generasi muda melalui berbagai pendekatan, mulai dari kesadaran diri, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga penguatan keluarga dan masyarakat.
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 juga menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang lahir pada 1928 perlu diterjemahkan ke dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perubahan teknologi, sosial, dan ekonomi global.
Restorasi Jiwa Indonesia memandang kesadaran individu sebagai salah satu fondasi untuk membangun keluarga, komunitas, dan masyarakat yang lebih sehat serta berintegritas.
Mengusung filosofi “Pulih, Bangkit, dan Utuh — Rumah Pulang bagi Jiwa”, organisasi tersebut berharap gerakan literasi dapat berkembang menjadi proses pembelajaran berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Bagi penyelenggara, pembangunan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.
Melalui NARASRAYA LITERASI 2026, semangat membaca diharapkan berkembang menjadi kesadaran untuk memperbaiki diri, membangun karakter, dan mengambil bagian dalam kemajuan bangsa.
Sekadar diketahui, bahwa Restorasi Jiwa Indonesia merupakan inisiatif yang didirikan oleh Syam Basrijal dan berfokus pada pengembangan kesadaran, literasi diri, pemulihan emosional, penguatan karakter, serta transformasi kehidupan.
Melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi psikologis, emosional, sosial, dan spiritual, Restorasi Jiwa Indonesia mendorong setiap individu untuk mengenali dirinya, bertumbuh secara sadar, serta membangun kehidupan yang lebih sehat, bermakna, dan bertanggung jawab.













