JAKARTA – 1 Juli, adalah hari ulang tahun Polri ke-80. Tapi malah ada mahasiswa UI yang mau demo “berkabung” di kantor polisi. Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, angkat bicara. Beliau mengingatkan: jangan sampai rakyat kecil ikut-ikutan dibodohi oleh narasi yang menyesatkan seperti ini.
“Polisi Itu Penjaga Rakyat, bukan musuh Rakyat!,” tegas Habib Syakur, hari ini.
Habib Syakur bilang, tudingan BEM UI bahwa Polri gagal reformasi itu salah besar. Beliau mengajak masyarakat ingat: dulu polisi dan tentara gabung, sekarang sudah dipisahkan. Ada Komnas HAM, ada Propam internal, ada pengadilan kalau ada oknum yang salah.
“Bayangkan, kalau tetangga kita berbuat salah, apa seluruh kampung harus dibubarkan? Ya enggak kan! Nah, sama halnya dengan Polri. Kalau ada oknum yang bandel, proses hukum saja. Masa’ seluruh polisi di Indonesia mau dihapus gara-gara ulah segelintir orang? Ini akal-akalan mahasiswa yang pengen tenar,” tegas Habib Syakur.
Yang paling bikin Habib Syakur geram, BEM UI mau datang ke Mabes Polri bawa karangan bunga duka dan tema “perkabungan”. Padahal 1 Juli adalah hari besar Polri, hari di mana semua polisi dikenang, termasuk yang gugur melawan teroris di Poso, di Papua, dan di berbagai medan perang.
“Coba rasakan, Pak RT kita lagi hajatan syukuran, eh tetangga malah datang bawa bunga duka. Apa itu tidak menghina? Itulah yang akan dilakukan BEM UI. Mereka tidak punya rasa hormat kepada pahlawan yang sudah mati-matian jaga keamanan kita,” ujar Habib Syakur dengan nada sedih dan marah.
Salah satu tuntutan BEM UI yang paling aneh adalah minta Polri “dijauhkan dari ruang sipil”. Habib Syakur langsung membantah dengan pertanyaan sederhana:
· Kalau polisi dijauhkan, siapa yang berani nangkap begal di jalan?
· Siapa yang akan melindungi ibu-ibu di pasar dari pencopet?
· Siapa yang akan bubarkan tawuran antar kampung?
· Siapa yang akan menjaga kita kalau ada teroris?
“Rakyat kecil, pedagang, ojek online, dan buruh pabrik sangat membutuhkan kehadiran polisi,” jelasnya.
Habib Syakur meminta seluruh masyarakat, terutama di Jakarta, agar tidak terpengaruh oleh aksi BEM UI besok.
“Kalau mereka berhasil bikin Polri lemah, yang rugi bukan mereka, tapi kita semua. Kalau Polri dilemahkan, siapa yang akan melindungi anak dan istri kita?” tukasnya.










