Terakhir, faktor yang menjadi penunjang mengapa Gelora mendapatkan tingkat keterpilihan tinggi, karena narasi persatuan dan kesatuan pasca Pemilu 2024. Di mana partai tersebut telah menyuarakan wacana rekonsilisasi usai pemilu berlangsung, termasuk ketika Prabowo Subianto menang Pilpres.
“Narasi rekonsiliasi nasional merupakan narasi yang selalu digaungkan oleh partai Gelora mengingat pentingnya persatuan nasional demi menjawab tantangan global,” sambungnya.
Elektabilitas PSI
Diterangkan Igor, bahwa elektabilitas PSI cukup berhasil menggarap partainya sehingga bisa melaju cukup tinggi di tangga elektabilitas, bahkan sukses masuk dalam parliamentary threshold yang disepakati yakni 4%.
“Temuan survei ini juga menunjukkan bahwa PSI berhasil menembus ambang batas parlemen. PSI yang juga peserta pemilu 2019 berhasil menembus secara signifikan dan menggeser PPP,” tutur Igor.
Faktor penyebab mengapa elektabilitas PSI tinggi karena program kerakyatan yang dikampanyekan dalam Pemilu 2024 ini cukup efektif diterima publik. Selain karena aspek Joko Widodo yang merupakan Presiden Republik Indonesia saat ini.
“Di samping programnya, PSI cukup berhasil mengidentikkan diri dengan Jokowi. Apalagi setelah Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI,” jelasnya.
Tingkat Elektabilitas Parpol ;
1. Gerindra : 21,8% ;
2. PDIP : 18,9% ;
3. Golkar : 9,7% ;
4. PKB : 7,3% ;
5. NasDem : 7% ;
6. PKS : 5,1% ;
7. Demokrat : 5% ;
8. PAN : 4% ;
9. PSI : 4% ;
10. Gelora Indonesia : 3,6% ;
11. PPP : 3% ;
12. PBB : 2,1% ;
13. Perindo : 2,1% ;
14. Ummat : 0,1% ;
15. Hanura : 0,1% ;
16. Garuda : 0,1% ;
17. Buruh : 0,1%% ;
18. PKN : 0,1%
Survei SPIN tersebut dilakukan dalam rentang tanggal 28 – 31 Januari 2024. Di mana sample survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Kriteria responden adalah penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki KTP.
Metode yang digunakan adalah random digit dialing. Proses survei yang dilakukan melalui telekomunikasi tersebut dilakukan oleh surveyor terlatih dengan bantuan kuesioner. Hasilnya, margin of error sekitar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.







