Jakarta – Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang warga merekam aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba di wilayah Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Video tersebut memicu perhatian publik sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya pemberantasan narkoba di daerah tersebut.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai maraknya dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, khususnya jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan kepolisian setempat.
Menurut Fernando, apabila dugaan yang beredar di masyarakat tersebut benar, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat dalam mengungkap dan memberantas jaringan peredaran narkotika.
“Viralnya video yang direkam oleh seorang warga menunjukkan adanya keresahan masyarakat. Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi aparat kepolisian untuk bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penindakan,” ujar Fernando.
Ia juga mempertanyakan efektivitas fungsi intelijen dan reserse dalam mendeteksi serta mengungkap dugaan aktivitas peredaran narkoba sebelum menjadi sorotan publik.
Fernando meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran Polda Sumatera Utara, Polres Labuhanbatu, dan Polsek Kualuh Hulu apabila dinilai belum optimal dalam pemberantasan narkoba.
Selain itu, ia mengusulkan agar dilakukan tes urine secara berkala terhadap personel yang bertugas di wilayah rawan peredaran narkotika sebagai bagian dari upaya menjaga integritas institusi dan memastikan tidak ada penyimpangan oleh oknum aparat.
Fernando juga menilai pembentukan Polres Labuhanbatu Utara perlu dipertimbangkan. Menurutnya, cakupan wilayah Polres Labuhanbatu yang saat ini membawahi Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara cukup luas sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas pelayanan dan penegakan hukum.
Ia berharap pemberantasan narkoba di Sumatera Utara menjadi perhatian serius seluruh jajaran kepolisian, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memerangi peredaran narkotika.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Polda Sumatera Utara maupun Polres Labuhanbatu terkait video viral tersebut maupun tanggapan atas pernyataan Fernando Emas.










