Jakarta – Menjelang aksi nasional pada 20 November, sejumlah komunitas dan asosiasi pengemudi ojek online menyatakan bahwa persiapan mereka telah dilakukan secara matang. Para pengemudi dari berbagai daerah menegaskan bahwa aksi ini akan dijalankan dengan pendekatan damai, tertib, dan tanpa ruang bagi provokasi dari pihak mana pun. Mereka menilai sikap ini penting agar fokus perjuangan tetap tertuju pada isu-isu utama yang ingin diperjuangkan di hadapan pemerintah.
Dalam pernyataan resminya, perwakilan asosiasi menekankan bahwa berbagai tuntutan mengenai penyesuaian tarif, kejelasan regulasi transportasi berbasis aplikasi, serta perlindungan hukum dan sosial bagi pengemudi belum memperoleh tanggapan yang memadai.
“Aksi 20 November menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah agar memberikan perhatian serius dan membuka ruang dialog yang konkret. Kami berharap muncul solusi nyata yang dapat memperbaiki kondisi kerja mereka secara keseluruhan.” ujarnya.
Asosiasi pengemudi juga mengulang komitmennya untuk menolak segala bentuk tindakan yang dapat memicu ketegangan atau merusak ketertiban umum. Mereka mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga perilaku, menghindari benturan, serta mempertahankan nilai-nilai aksi damai. Menurut mereka, langkah ini diperlukan untuk menjaga citra gerakan tetap positif dan memastikan pesan yang dibawa dapat diterima publik tanpa distorsi.
Tidak hanya itu, beberapa komunitas mengusulkan pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih sistematis dalam penyampaian aspirasi. Setiap wilayah diharapkan menunjuk perwakilan resmi yang akan membawa tuntutan secara langsung ke tingkat pusat. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat kesatuan gerakan, mencegah simpang informasi, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap fokus dan sejalan dengan tujuan besar aksi.
Dengan niat kuat menjaga situasi tetap kondusif, para pengemudi berharap aksi pada 20 November dapat berjalan tertib serta memberikan hasil positif bagi perjuangan mereka.
“Kami optimistis bahwa pendekatan damai dan terorganisir akan membuka dialog yang lebih luas dengan pemerintah dan pada akhirnya mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil bagi seluruh pengemudi ojek online.” pungkasnya.








