News

BEM UNCEN Gelar Seminar Nasional, Fokus Dukung Akselerasi Pembangunan DOB Papua

×

BEM UNCEN Gelar Seminar Nasional, Fokus Dukung Akselerasi Pembangunan DOB Papua

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 13 Desember 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (UNCEN) menggelar Seminar Nasional di Gedung Auditorium Universitas Cenderawasih, Abepura, Kota Jayapura, Papua, pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan di Enam Provinsi (DOB) di Papua: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Membangun Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Kemanusiaan, dan Infrastruktur Kewilayahan yang Inklusif serta Berkeadilan.”

Seminar nasional tersebut menjadi ruang diskusi strategis yang melibatkan mahasiswa, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah dan strategi pembangunan Papua ke depan, khususnya pasca pemekaran wilayah Daerah Otonom Baru (DOB).

Pakai Hosting Terbaik dan Harga Terjangkau
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Dalam acara pembukaan, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut memberikan sambutan secara virtual. Ketua BEM UNCEN, Yanes A. Hisage, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Presiden RI atas perhatian dan dukungannya terhadap agenda akademik yang diinisiasi mahasiswa Papua.

“Papua merupakan salah satu kawasan strategis di Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah, keragaman budaya yang tinggi, serta posisi geografis yang sangat penting. Namun, di balik potensi besar tersebut, Papua masih menghadapi tantangan serius dalam pembangunan manusia dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yanes dalam sambutannya.

Yanes menegaskan bahwa kesenjangan pembangunan antara Papua dan wilayah lain di Indonesia masih sangat terasa, baik di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun infrastruktur. Kondisi tersebut, menurutnya, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua yang masih berada pada posisi terendah secara nasional, sehingga diperlukan strategi percepatan pembangunan yang menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua merupakan peluang sekaligus tantangan. Pemekaran wilayah diharapkan dapat mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, memperpendek rentang kendali birokrasi, serta mempercepat pemerataan pembangunan. Namun demikian, pemekaran tidak akan otomatis menjadi solusi apabila tidak diiringi dengan perencanaan pembangunan yang matang.

“DOB harus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat sinergi antar sektor, khususnya pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan infrastruktur kewilayahan,” tegasnya.

Menurut Yanes, pembangunan yang dilakukan secara parsial tidak akan memberikan dampak signifikan. Sebaliknya, sinergi lintas sektor akan memastikan pembangunan berjalan saling menguatkan. Pendidikan yang berkualitas akan meningkatkan sumber daya manusia, kesehatan yang baik akan mendorong produktivitas, pertumbuhan ekonomi akan memperbaiki kesejahteraan, dan infrastruktur yang memadai akan membuka akses layanan dasar serta pusat-pusat pertumbuhan, termasuk di wilayah terpencil.

Lebih lanjut, Yanes menekankan bahwa DOB Papua tidak boleh hanya dipahami sebagai pemekaran administratif semata, melainkan harus menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

“Akselerasi pembangunan yang sinergis akan menjawab tantangan kesenjangan, memperkuat kohesi sosial, serta mewujudkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Papua hingga ke wilayah paling terpencil,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Seminar Nasional ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum ilmiah strategis yang bertujuan menghimpun gagasan, masukan, dan rekomendasi berbasis kajian akademik.

“Hasil kajian akademik dari seminar nasional ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kepada kepala daerah di enam provinsi di Papua. BEM UNCEN berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan di seluruh Tanah Papua agar benar-benar berpihak pada keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat,” pungkas Yanes.