Banda Aceh – Jelang peringatan Milad GAM, Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Kota Banda Aceh, Abdul Aziz, memberikan pernyataan tegas kepada publik. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tidak menerima informasi, undangan, maupun koordinasi terkait adanya penyelenggaraan Milad GAM di wilayah Aceh.
“Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada berita maupun undangan yang datang ke saya mengenai Milad. Saya berharap Aceh aman karena saat ini sedang ditimpa musibah banjir,” ujarnya, hari ini.
Abdul Aziz mengaku sepanjang hari masih berkeliling Kota Banda Aceh untuk mengumpulkan donasi kemanusiaan bagi korban banjir di berbagai wilayah provinsi Aceh. Situasi bencana ini, menurutnya, seharusnya menjadi perhatian utama seluruh elemen masyarakat.
“Hingga saat ini belum ada kabar rencana Milad besok. Mualem tidak ada di tempat, Wakil Gubernur juga tidak ada di tempat. Saya sendiri sibuk mencari dana untuk bantuan banjir. Hal-hal lain saya belum mengerti,” tambahnya.
Dalam imbauannya, Abdul Aziz meminta seluruh masyarakat Aceh baik tua maupun muda, termasuk mereka yang berasal dari unsur GAM, KPA, dan PA untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas daerah. Ia menekankan bahwa keamanan Aceh adalah tanggung jawab bersama, apalagi di tengah kondisi darurat bencana.
“Saya mohon kepada semua masyarakat Aceh, mari kita jaga keamanan, termasuk saudara-saudara dari GAM, KPA, dan PA. Aceh sedang ditimpa musibah. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah keselamatan dan bantuan untuk rakyat,” terangnya.
Ketua MUNA Banda Aceh itu juga menyampaikan harapan agar seluruh elemen masyarakat bekerja sama dengan Polri dan TNI dalam memastikan Aceh tetap aman dan kondusif.
“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan bersama aparat. Semoga Aceh tetap damai di tengah cobaan ini,” tutupnya.
Dengan situasi banjir yang masih jadi ancaman di sejumlah wilayah, seruan Abdul Aziz menjadi penegasan bahwa kepentingan kemanusiaan harus berada di atas segala agenda lainnya. Aceh diimbau tetap solid, fokus pada penanganan bencana, serta menjaga stabilitas demi keselamatan bersama.









