News

Habib Syakur Buka Suara soal Isu Penjarahan di Tapteng & Aceh: Jangan Terprovokasi, Kita Bangsa Bermartabat!

×

Habib Syakur Buka Suara soal Isu Penjarahan di Tapteng & Aceh: Jangan Terprovokasi, Kita Bangsa Bermartabat!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, angkat bicara menanggapi viralnya isu penjarahan di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, dan Aceh Tamiang pascabencana banjir dan longsor.

“Masyarakat harus tetap tenang, tidak ikut-ikutan terpancing tindakan serupa, serta menjaga martabat kemanusiaan di tengah musibah besar yang sedang terjadi,” ungkap Habib Syakur, hari ini.

Pakai Hosting Terbaik dan Harga Terjangkau
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Habib Syakur mengingatkan bahwa video yang beredar di media sosial tidak boleh menjadi bahan provokasi yang memecah belah. Menurutnya, tindakan sejumlah warga yang berebut logistik bukanlah aksi kriminal yang disengaja, tetapi reaksi spontan akibat kondisi darurat dan kelaparan yang sudah berlangsung berhari-hari.

Ia mengutip pernyataan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang menegaskan bahwa warga bertindak demikian karena belum makan selama berjam-jam bahkan berhari-hari, sementara akses bantuan masih terhambat puluhan titik longsor. “Ini bukti bahwa keadaan sangat darurat. Maka tugas kita bukan menghakimi, tapi membantu,” jelasnya.

Habib Syakur mengajak seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak ikut-ikutan melakukan penjarahan, karena tindakan tersebut justru memperburuk situasi, merugikan sesama, dan dapat memicu kekacauan yang lebih besar. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan hanya mengambil bantuan melalui jalur resmi.

“Jangan sampai musibah ini diperparah oleh tindakan panik yang bisa merugikan diri sendiri. Kita bangsa bermartabat. Bencana adalah ujian, bukan alasan untuk saling menyakiti,” ujarnya.

Ia juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu pemerintah meringankan beban para korban. Menurutnya, pemerintah pusat, BNPB, TNI–Polri, dan pemerintah daerah sedang bekerja keras membuka akses jalan, menyalurkan bantuan udara, dan memulihkan komunikasi di daerah yang terisolir.

“Percayakan pada pemerintah. Bantuan datang terus, hanya jalur distribusinya sedang sangat berat. Mari bantu bukan dengan keributan, tapi dengan doa, empati, dan uluran tangan melalui jalur yang benar,” tutur Habib Syakur.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa solidaritas adalah senjata terbaik bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana.

“Kita harus tetap bersatu. Jangan provokasi, jangan panik. Saudara-saudara kita di Tapteng, Sibolga, dan Aceh Tamiang sedang terluka mari kita rangkul, bukan kita tambah bebannya,” pungkasnya.